Minggu, 19 Januari 2014

Profil Desa Wadungasih



Desa Wadungasih terkenal dengan Kampung Jamur nya yang diresmikan pada tahun 2010 lalu. Selain jamur tiram yang membuat Desa Wadungasih terkenal, terdapat banyak potensi lainnya, meskipun baru Jamur Tiram yang mampu berdiri sebagai UKM, antara lain peternakan bebek, sapi, dan telur telur asin yang masih harus ditingkatkan lag sumber daya manusianya.
                Luas desa Wadungasih terdiri dari tanah sawah dengan total luas tanah pemukiman seluas kurang lebih 2350 Ha,tanah ladang kurang lebih seluas 47 Ha dan sisanya adalah tanah fasilitas umum(lapangan olahraga,perkantoran pemerintah,tempat pemakaman,bangunan sekolah dan jalan) kurang lebih seluas 12,5 Ha. Desa wadungasih berbatasan langsung dengan desa-desa lainnya yang masih satu kecamatan, antara lain:

  1. Sebelah Utara                      : Desa Banjarsari, Kecamatan Buduran
  2. Sebelah Selatan                   : Desa Sidomulyo, Kecamatan Buduran
  3. Sebelah Barat                      : Desa Prasung, Kecamatan Buduran
  4. Sebelah Timur                      : Desa Banjar Kemantren, Kecamatan Buduran
                Jumlah penduduk Desa Wadungasih total sebanyak 5630 orang dengan jumlah laki-laki sebanyak 2840 orang dan perempuan 2831 orang.  Jumlah penduduk Desa Wadungasih kian tahun kian bertambah. Hal ini dilihat dari catatan sensus penduduk yang menuliskan pertambahan penduduk ditiap tahunnya. Dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 1500 KK, maka kepadatan penduduk 88 per Km. Desa Wadungasih mempunyai 5 RW (Rukun Warga) dan 16 RT (Rukun Tetangga).
              
                Desa Wadungasih memiliki fasilitas pendidikan seperti playgroup sebanyak 1 , terdapat 4 TK, 2 SD, dan 1 SMP. Ini menunjukkan Desa Wadungasih yang peduli akan pendidikan warganya, ditunjang dengan data-data yang ada di kelurahan Wadungasih. Terbukti dengan rendahnya penduduk yang buta aksara dan latin hanya sebanyak 6 orang. juga tidak adanya penduduk usia 7-18 tahun yang tidak bersekolah. Hal ini mendukung sumber daya manusia di Desa Wadungasih.
                Sedangkan berdasarkan sektor mata pencaharian yang berpengaruh pada sumber daya manusia yang ada di Desa Wadungasih antara lain tukang batu, tukang kayu, tukan jahit, pengrajin industri rumah tangga lainnya dan seorang perias dimana jika ditingkatkan sumber dayanya, maka akan berdampak pada kesejahteraan warga Desa Wadungasih.
                Adapun struktur organisasi pemerintahan Desa Wadungasih saat ini adalah sebagai berikut :


 

Minggu, 22 Desember 2013

Oleh-oleh Kampung Jamur

Memang sudah banyak orang yang menjual jamur crispy. Tetapi jika anda pecinta jamur, maka anda harus mencicipi jamur crispy ini. Dengan menggunakan merk Jamur crispy Bu Narto yang sudah terdaftar ini merupakan produk unggulan. Keistimewaan dari jamur crispy ini tidak berbau lengur dan tidak pahit. Selain itu jamur Crispy Bu Narto bisa bertahan selama 4 bulan. Racikannya murni rempah-rempah dan tepung terigu tanpa ada bahan pengawet. Dan tentu saja ada bumbu rahasia yang membuat jamur crispy ini beda dengan yang lainnya. 





 

“Jamur crispynya bisa bertahan sampai 4 bulan, rahasianya ada di pengeringan. Kalau di mall-mall atau ditempat penjualan lain kan, setelah digoreng langsung di konsumsi. Kalau jamur crispy kita dikeringkan dulu dari minyaknya. Itu juga yang mempengaruhi rasa dari jamur crispy Bu Narto” terang Pak Narto ketika di temui di kediamannya.
Selain jamur crispy, ada produk lainnya yang tidak kalah menarik. Yaitu kerupuk jamur. Anda harus mencoba juga produk yang satu ini. Jangan samapai salah membeli ya guys. Pastikan kalian membeli barang yang asli dengan mengontak langsung melalui website http://majumakmur.portalsip.com


Senin, 11 November 2013

UKM Jamur Wadungasih





Terletak di Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Dirilis oleh bupati Sidoarjo pada tahun 2010 lalu ini telah banyak dikunjungi wisatawan local atau mancanegara, juga mahasiswa dari berbagai universitas. Banyak juga sekolah-sekolah datang berkunjung untuk sekedar melihat atau melakukan penelitian dan pengamatan.
            Kampung jamur ini dirilis karena banyak warga Desa Wadungasih yang melakukan budidaya jamur tiram dirumahnya. Perawatan jamur tiram yang relative mudah membuat warga Desa tergiur menjadikannya sebagai sumber pencaharian tambahan.




            Perawatannya sendiri hanya cukup disiram saja. Dengan lokasi budidaya dalam sebuah ruangan, dan rak-rak tempat jamur dikembangkan. Untuk menjaga suhu ruangan tetap lembab, maka tanah dalam ruangan diberi pasir. Selain untuk menjaga kelembapan suhu, pasir berfungsi sebagai penyerap air, juga agar air yang disiramkan ke jamur tidak menjadi kubangan-kubangan air hingga menjadi sarang nyamuk yang dapat membahayakan si perawat jamur. Karena suhu udara mejadi faktor penentu tumbuh suburnya jamur, maka ketika musim panas, jamur harus dirawat intensif. Jika pada musim hujan cukup menyiram sekali duakali dalam sehari. Maka saat musim panas, bisa empat sampai lima kali. Lebar dan ukuran jamur tiram juga berkurang atau lebih kecil ketika musim panas. Karena itu ketika musim panas, hanya sedikit warga yang bertahan untuk membudidayakan jamur tiram.




 
 Kedepannya warga berharap mampu membangun CafĂ© dan Resto khusus jamur yang dapat memanjakan para pecinta jamur. Dari segi pemerintahan, mereka berharap mampu membangun dan memindahkan lahan budidaya jamur lebih besar dan dekat dengan sungai agar akses kebutuhan air lebih mudah.

Jika ingin membeli jamur di Kampung Jamur, harga jualnya termasuk stabil. Baik jamur sedang banyak panen ataupun tidak , harga jamur segar tidak berubah, yaitu 15 ribu per kilogram. Jika berminat silahkan dating dan mengunjungi Kampung Jamur di Desa Wadungasri Sidoarjo.